Cara Menghitung Volume Beton Bertulang

Beton pada konstruksi merupakan material utama yang paling sering digunakan. Beton bisa dibuat dengan kekuatan tertentu tergantung desain dan perencanaannya. Beton pada umumnya terbuat dari campuran antara semen, agregat dan air. Melalui proses campuran dan ada proses kimiawi di dalamnya.

Menghitung Volume Beton Bertulang
Beton Bertulang pada Bangunan Konstruksi. (sumber: shawresources.ca)
Seperti yang diketahui bahwa beton dominan pada kekuatan tekannya dan kurang bisa diandalkan kuat tariknya. Oleh karena itu pada desain yang ideal di konstruksi maka terbentuknlah beton bertulang. Dimana, beton ditambahkan material tulangan baja besi di dalamnya sehingga kekuatan beton bertulang menjadi ideal.

Jadi, secara singkatnya adalah beton bertulang ialah campuran beton dengan tulangan menjadi satu kesatuan.

Perhitungan Volume Beton Bertulang

Misal balok dengan ukuran 30/50 dengan panjang 5 meter, dengan tulangan yang direncanakan adalah 3D16 dibagian atas (bagian tekan), dan 2D16 dibagian bawah (bagian tarik), serta beugel/sengkangnya adalah Ø8 jarak 15 cm (Ø8-150), penutup beton direncanakan 5 cm

Pertanyaan:

  1. Hitunglah kebutuhan tulangan utama?
  2. Hitunglah kebutuhan tulangan sengkang/beugel?
  3. Hitunglah Berat besi per meter kubik beton?

Jawaban:
1. Tulangan utama = 3D16 + 2D16 = 5D16 ( D16 dengan jumlah 5 buah ), karena panjang baloknya adalah 5m, maka volume besi tulangan D16 adalah 5D16 x 5m = 25 m.

  • Besi yang dipakai adalah besi KS (krakatau Steel), jadi panjang yang didapat adalah betul-betul panjang yang standard yaitu = 12 m, sehingga kebutuhan besinya adalah 25/12 = 2.083 lonjor.
  • Berat per meter’ besi D16 = 0.006165 x 162  x 1 = 1.574 kg.
  • Total berat besi = 1.574 kg x 25 = 39.36 kg

Jadi kebutuhan tulangan utama adalah 2.083 lonjor ( berat = 39.36 kg).

2. Panjang sengkang sisi horizontal = 30 cm – lebar penutup beton kiri – lebar penutup beton kanan = 30 cm – 5 cm – 5 cm = 20 cm.

  • Panjang sengkang sisi vertikal = 50 cm – lebar penutup beton atas – lebar penutup beton bawah   = 50 cm – 5 cm – 5 cm = 40 cm.
  • Bengkokan sengkang = 5 cm + 5 cm = 10 cm
  • Panjang satu buah sengkang adalah = 40 cm + 20 cm + 40 cm + 20 cm + 10 cm = 130 cm = 1.3 m.
  • Kebutuhan besi sengkang per 5m panjang balok dengan jarak tiap sengkang = 15 cm = 0.15 m adalah = (5m / 0.15m)  = 33.33 buah.
  • Kebutuhan total besi sengkang per 5m panjang balok = 33.33 x 1.3 m = 43.33 m.
  • Besi yang dipakai adalah besi full ( panjang dipasaran biasanya = 11.7 m), jadi kebutuhannya adalah = 43.33 m / 11.7 m = 3.7 lonjor ... ( 4 lonjor)   
  • Berat 1 lonjor dari besi Ø8 = 0.006165 x 82 x 11.7 = 4.616 kg, maka jika yang dibutuhkan 4 lonjor, maka beratnya = 4.614 kg x 4 = 18.46 kg.

Jadi kebutuhan tulangan sengkangnya adalah 4 lonjor ( berat = 18.46 kg ) 

3.  Berat besi per meter2 beton adalah:

  • Berat besi D16 = 39.36 kg.
  • Berat besi sengkang = 18.46 kg.
  • Volume beton = (0.3 x 0.5) x 5 m = 0.75 m3.
  • Berat besi D16 per m3 = 39.36 / 0.75 = 52.48 kg/m3.
  • Berat besi sengkang Ø8  per m3 = 18.46 / 0.75 = 24.61 kg/m3.
  • Total berat besi secara keseluruhan = 52.48 kg/m3 + 24.61 kg/m3 = 77.09 kg/m3.
  • Berat besi per m3 beton (dalam prosentase) adalah = (77.09 kg / 7850 kg/m3) x 100% = 0.98 ...(catatan : 7850 kg/m3 = berat jenis besi).

Catatan :
Pada toko-toko bahan bangunan atau material, terdapat bermacam-macam istilah besi untuk pembesian (tulangan beton), diantaranya adalah besi KS (Krakatau Steel), Besi full, besi banci, dan sebagainya.

  1. Besi KS adalah besi dengan diameter utuh dan panjang standard. Misalnya besi KS diameter 22 mm, bila diukur dengan menggunakan alat ukur suighmat (mistar sorong yang merupakan alat ukur ketebalan dengan ketelitian hingga 0.01 mm) maka akan diperoleh diameter 22 mm dan panjang 12 m (panjang standard) sehingga tidak berkurang atau sama dengan yang disebutkan.
  2. Besi full adalah besi dengan diameter penuh sesuai diameter besi yang disebutkan. Misalnya, besi 16 mm tetap memiliki ketebalan dengan dengan diameter 16 mm, tetapi panjangnya terkadang ada yang kurang dari standard 12 m (umumnya hanya 11.7 m).
  3. Besi banci adalah besi yang tidak sesuai dengan ukuran dan diameter dan panjangnya itu sendiri, misalnya, besi diameter 12 mm yang bila diukur dengan mistar sorong, hanya diperoleh 10.5 mm, dan panjangnya pun hanya 11 m.

Demikian, artikel mengenai Cara Menghitung Volumen Beton Bertulang. Semoga bisa jadi referensi untuk pembaca sekalian.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Cara Menghitung Volume Beton Bertulang"

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Silahkan memberi Komentar, Kritik, dan Saran terkait postingan.
Jangan lupa dibagikan jika postingan ini bermanfaat.

Catatan:
1. Komentar dimoderasi dan tidak semuanya dipublikasi.
2. Komentar yang tidak relevan dan/atau terdapat link tidak akan dipublikasikan.
3. Centang kotak Notify me untuk mendapatkan notifikasi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel