Asal Usul Gudeg | Cerita Asal Usul Gudeg berbagai Versi

Gudeg adalah makanan khas Yogyakarta yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Warna cokelat tua gudeg biasanya muncul dari daun jati yang dimasak bersamaan. Perlu waktu cukup lama untuk membuat masakan ini.

Setelah matang, gudeng biasanya dimakan bersama nasi dan disajikan dengan kuah santan kental, ayam kampung, telur, tahun dan sambal goreng krecek.


asal usul gudeg jogja
Gudeg Jogja. (sumber: liputan6.com)

Hingga saat ini, belum diketahui secara jelas tentang sejarah gudeg. Sebagian versi mengaitkan gudeg sebagai makanan dari keraton Yogyakarta. Versi lain menyebutkan bahwa gudeg telah ada sejak penyerbuan pertama pasukan Sultan Agung ke Batavia pada 1726-1728.


Sultan Agung
(sumber: an-najah.net)

Menariknya, konon salah satu versi sejarah tentang gudeg menyebutkan bahwa di Yogya, pada zaman penjajahan Inggris, tinggalah seorang warga negara Inggris beristrikan perempuan Jawa.

Orang Inggris tersebut memanggil istrinya dengan sebutan "Dek". Suatu hari ketika sang suami pergi bekerja, istrinya bingung ingin memasak apa. Akhirnya, ia teringat resep turun temurun keluarganya yang menggunakan bahan nagka muda. Mulailah ia memasak.

Sesampai di rumah, sang suami langsung menuju meja makan. Ia menyantap dengan lahap masakan istrinya tadi.


Selesai makan, suami berkebangsaan Inggris itu berkata agak keras, "Good, Dek. It's Good, Dek."

Istrinya terkejut dan memulai menceritakan ke tetangga dan teman-teman bahwa suaminya senang sekali dimasakkan resep turun temurun itu, dan setiap kali selesai makan ia selalu mengucapkan hal yang sama. Konon, dari sinilah makanan itu mulai disebut gudeg.


Prajurit Inggris di Indonesia
Prajurit Inggris di Indonesia. (sumber: tugassekolah.co.id)

Menurut versi yang lain, gudeg telah ada sejak era dibukanya Hutan Mentaok untuk pembangunan Keraton Mataram. Saat pembukaan hutan, ditemukan banyak pohon nangka muda. Selain itu, terdapat pohon kelapa di pinggir hutan dan tepi sungai.

Suatu ketika, para prajurit yang memasak nangka muda dan santan dari kelapa diminta prajurit lain membantu dan menebang pohon. Nangka Muda yang telah bercampur santan itu lupa diangkat selama 6-8 jam. Namun, dari kejadian ini justru tercipta makanan baru bernama gudeg.

Satu versi lagi mengisahkan penemu gudeg bukanlah prajurit Mataram yang bertugas di dapur umum. Gudeg ditemukan istri prajurit bernama Sri Sumantri. Wanita ini pertama kali pertama memasak gudeg menggunakan nangka muda yang dicampur dengan gula dan santan pada 1557.



Prajurit Mataram
Prajurit Mataram. (sumber: sindonews.com)

Menurut Prof. Murdijianto Gardjito, ahli gizi pusat Kajian Makan Tradisional Universitas Gadjah Mada (UGM), gudeg sudah ada sejak 1819-1820. Dalam Serat Centhini disebutkan gudeg sudah menjadi masakan merakyat di Jawa, termasuk Yogya.

Sejarahwan Ong Kok Ham seorang penggila makanan menganalisis bahwa gudeg menjadi pilihan banyak orang ketika Jawa dilanda kesulitan akibat tanam paksa yang dilakukan oleh Belanda. Sementara, nangka muda sangat mudah diperoleh. Tekstur buah nangka muda yang liat dianggap menyerupai daging dan dijadikan makanan pengganti daging.


Apalagi, makanan ini justru semakin nikmat setelah dimasak berkali-kali.

Munculnya resep gudeg sebagai masakan saat itu tanpa sengaja. Saat Penjajahan, beberapa komoditas pertanian menjadi andalan pemasukan keuangan pemerintah, terutama jati. Sementara nangka tidak menjadi incaran karena tidak memiliki nilai jual secara ekonomi.

Padahal, nangka termasuk tanaman yang dipunyai oleh hampir semua orang. Maka, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pemerintah kolonial memberikan keleluasaan warga untuk memanaatkannya.

Mulailah produk tanaman nangka mendominasii kehidupan warga, termasuk masakan. Nangka mudah diolah menjadi gudeg yang kemudian berkembang sebagai makanan rakyat.

Sekian, cerita tentang asal usul gudeg dengan berbagai versi. Yang penasaran dengan rasa gudeg, bisa langsung main ke Jogja. Kalau artikelblog sendiri punya rekomendasi yaitu gudeg dekat tugu jogja di simpang 4. Tanya aja sekitar sana. Bukanya malam hari. Selamat mencoba. Semoga bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Asal Usul Gudeg | Cerita Asal Usul Gudeg berbagai Versi"

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Silahkan memberi Komentar, Kritik, dan Saran terkait postingan.
Jangan lupa dibagikan jika postingan ini bermanfaat.

Catatan:
1. Komentar dimoderasi dan tidak semuanya dipublikasi.
2. Komentar yang tidak relevan dan/atau terdapat link tidak akan dipublikasikan.
3. Centang kotak Notify me untuk mendapatkan notifikasi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel