Tembang Sinom: 15 Contoh dan Artinya, Definisi, Watak, Makna

Tembang Sinom - Halo rekan sekalian, kali ini admin akan memberikan Contoh Tembang Sinom Tema Pendidikan, Keluarga, lan Kerukunan/Kekancan. Tetapi sebelumnya saya akan memberikan penjelasan tentang tembang sinom itu sediri.

Sinom yaiku kadadean saka istilah Jawa kang dikenal kanthi sebutan “nom” artosipun nggambarake masa muda. Sifat tembangipun yaiku grapyak kang ateges sopan, supel. Masa muda biasanipun remen sesrawungan dateng sinten kemawon.

Watak tembung sinom cekatan, pas kagem nasehati tiang nom kang nembe kasmaran (ketaman wuyung). Watak menika cocok kagem tiang nom.

Paugerane tembang sinom yaiku
Guru gatra : 9
Guru lagu : a, i, a, i, i, u, a, i, a
Guru wilangan : 8, 8, 8, 8, 7, 8, 7, 8, 12

Tembang Sinom berasal dari sebuah kata "sinom" (dalam bahasa Jawa) yang berarti pucuk daun yang baru tumbuh dan bersemi. Tembang sinom ini menggambarkan fase manusia yang sedang tumbuh dan tengah beranjak dewasa, yaitu pada masa pubertas ketika seorang anak mengalami perubahan fisik dan pematangan fungsi-fungsi seksual. Pada masa ini serorang anak sedang mengalami perubahan psikologis, seorang anak biasanya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, menentang kemapanan karena dirasa membelenggu kebebasannya dan masa dimana seorang anak sedang mencari identitas dalam diri mereka.

Tembang Sinom: 15 Contoh dan Artinya, Definisi, Watak, Makna
Tembang Macapat Sinom. (sumber: wikipedia.org)
Watak Tembang Sinom yaitu bertema kesabaran dan keramahtamahan. Tembang ini biasanya digunakan untuk memberikan wejangan dan nasehat-nasehat yang baik.

Tembang Sinom memiliki Guru Gatra: 9 baris setiap bait (Artinya tembang Sinom ini memiliki 9 larik atau baris kalimat).

Guru Wilangan Tembang Sinom yaitu: 8, 8, 8, 8, 7, 8, 7, 8, 12 (Artinya baris pertama terdiri dari 8 suku kata, baris kedua berisi 8 suku kata, dan seterusnya). Dan Guru Lagu Tembang Sinom yaitu: a, i, a, i, i, u, a, i, a (Artinya baris pertama berakhir dengan vokal a, baris kedua berakhir vokal i, dan seterusnya).

Watak Tembang Sinom

Watak merupakan sifat lirik-lirik yang menyertai  pada setiap tembang macapat, kadang bisa sedih, bisa gembira dan sebagainya.

Watak atau karakter yang terdapat pada tembang sinom adalah memuat tentang kesabaran yang tulus dan juga keramahtamahan. Tembang sinom ini juga biasa digunakan untuk menceritakan nasehat yang baik yang mengandung rasa persahabatan.

Biasanya tembang sinom digunakan untuk acara perpisahan sekolah, atau acara yang mencakup kesabaran, dan juga biasanya digunakan untuk mengisi acara dalam perwatakan orang tua yang memberikan nasehat-nasehat kepada anaknya.

Contoh Tembang Sinom Tema Pendidikan, Keluarga, lan Kerukunan/Kekancan

Tembang Sinom Tema Pendidikan

Contoh 1
Lakune bocah sekolah
Sinau rino lan wengi
Kudune bocah sekolah
Mesti pinter lan setiti
Nanging jaman saiki
Sinanune ora luhur
Karo seneng dolanan
Ora bisa migunani
Mung bisa njaluk lan nyusahke wong tuwa

Tembang Sinom Tema Pendidikan

Contoh 2
Langit iki katon padang
Kaya padange ning ati
Ngilangake rasa malas
Sing tansah ngrogoti ati
Aku tansah taberi
Menyang ing papan sinau
Golek ilmu manfaat
Kanggo sanguning urip
Dadi wong sing migunani marang bangsa

Tembang Sinom Tema Keluarga

Contoh 3
Sedulur pada elinga
Temenana nggonmu urip
Bekti biyung bekti bapa
Duwe pakerti kang becik
Tumindhak kang pratitis
Kakang adhi tansah rukun
Tuladha kang utama
Lung tinulung nora lali
Kabeh mau kanggo kluarga kang mulya

Tembang Sinom Tema Kerukunan/Kekancan

Contoh 4
Kanca ingkang katresnanan
Kanca kang jaler lan estri
Kanca kang apik lan ala
Saka mbiyen nganti iki
Aja padha ngerahi
Supaya uripe rukun
Aja padha kerahan
Lan gawe laraning ati
Iku kabeh gawe rukun marang kanca

Contoh 5
Nuladha laku utama
tumrape wong tanah jawi
wong agung ing Ngeksi ganda
panembahan Senopati
kapati amarsudi
sudanen hawa lan nepsu
pinesu tapa brata
tanapi ing siyang ratri
amemangun karye nak tyas ing sasama

Contoh 6
Guwa Clangap ing Tulakan.
Sudimara Guwa Kambil.
Papringan ing Ngadireja.
Somopura tambah malih.
Giri Tundha anenggih.
Sisih elor Guwo Penthung.
Kang manggen ing Tulakan.
Jumbuh lan ingkang den rawi.
Kang kasusra Pacitan ing Sewu Guwa.

Contoh 7
Mangaler pariwisata.
Prapteng tlatah Arjosari.
Ing sendhang Tirta Husada.
Toya anget handayani.
Usadaning sesakit.
Seger sumyah raosipun.
Ing dhusun Karangreja.
Siram eca kang sinambi.
Anjangsana ngiras ngupaya usada.

Contoh 8
Pangéran kang sipat murah
Njurungi kajating dasih
Ingkang temen tinemenan
Pan iku ujaring dalil
Nyatané ana ugi
Iya Kiyageng ing Tarub
Wiwitané nenedha
Tan pedhot tumekèng siwi
Wayah buyut canggah warèngé kang tampa

Contoh 9
Sun iki dhutaning nata
Prabu kenya majapahit
Kekasih damar sasangka
Atma mantune ke patih
Magang anyar awak mami
Lahta bisma praptaningsun
Ingutus sang narpendah
Kinen mocok murdatanji
Marmaningsun ingutus ywa mindho karya

Contoh Tembang Sinom lengkap beserta artinya

Contoh 10
Amenangi jaman edan
Ewuh aya ing pambudi
Melu edan nora tahan
Yen tan melu anglakoni
Boya keduman melik
Kaliren wekasannipun
Dilalah kersa Allah
Begja-begjane kang lali
Luwih begja kang eling lawan waspada
(Ranggawarsita, Serat Kalatidha)

Artinya:
Mengalami zaman gila
Sulit dalam pikiran
lkut gila tidak tahan
Kalau tidak ikut melakoni
Tidak dapat bagian apa-apa
Kelaparan akhirnya
Untungnya kehendak Allah
Sebaik-baiknya orang lupa
Lebih beruntung yang senantiasa ingat dan waspada

Contoh 11
Mangkya darajating praja
Kawuryan wus sunyaruri
Rurah pangrehing ukara
Karana tanpa palupi
Atilar silastuti
Sujana sarjana kelu
Kalulun kala tidha
Tidhem tandhaning dumasi
Ardayengrat dene karoban rubeda
(Rangga Warsita, Serat Kalatida)

Artinya:
Keadaan negara waktu sekarang
Sudah semakin merosot
Situasi telah menjadi rusak
Karena sudah tidak ada yang diikuti lagi
Banyak orang yang meninggalkan aturan-aturan lama
Orang cerdik terbawa arus kala tida (zaman yang penuh keraguan)
Suasana menandakan situasi yang mencekam
Karena dunia penuh dengan gangguan

Contoh 12
Ratune ratu utama
Patihe patih linuwih
Pra nayaka tyas raharja
Panekare becik-becik
Parandene tan dadi
Paliyasing kala bendhu
Mandar mangkin andadra
Rubeda angribedi
Beda-beda ardaning wong sanegara.

Artinya:
Rajanya termasuk raja yang utama
Patihnya patih yang mempunyai kelebihan
Semua anak buahnya berhati baik
Pemuka-pemuka masyarakat baik
Namun semuanya itu tidak menjadi
Oleh karena daya zaman kala bendu
Bahkan semakin menjadi-jadi
Gangguan merepotkan
Berbeda-beda pikiran dan kehendak orang dalam satu negara.

Contoh 13
Katetangi tangis sira
Sira sang paramengkawi
Kawileting tyas duhkita
Kataman ing reh wirangi
Dening upaya sandi
Sumaruna anerawung
Mangimur manuhara
Met pamrih melik pakoleh
Temah suka ing karsa tanpa wiweka.

Artinya:
Saat itulah hatinya menangis
Dia dalang sang pujangga
Diliputi hati yang sedih
Mendapat hinaan dan malu
Akibat perbuatan seseorang
Semula orang tersebut memberi harapan
Menghiu hatinya
Mempunyai keinginan untuk memperoleh sesuatu
Sehingga sang pujangga karena terlalu gembira tidak waspada.

Contoh 14
Dasar karoban pawarta
Bebaratan udan lamis
Pinudya dadya pangarsa
Wekasan malah kawuri
Yen pinikir sayekti
Mundhak apa aneng ngayun
Andhedher kaluputan
Siniraman banyu lali
Lamun tuwuh dadi kekembanging beka.

Artinya:
Dasar hanya mendengar berita
Ibaratnya hanya kabar dimulut
Akan ditempatkan sebagai pejabat
Akhirnya malah ketipu
Kalau dipikir dengan benar
Apa gunanya menjadi pemimpin
Hanya membuat kesalahan
Disiram hati yang lupa diri
Hanya akan menjadi buah bibir belaka.

Contoh 15
Ujaring panitisastra
Awewarah asung peling
Ing jaman keneng musibat
Wong ambeg jatmiko kontit
Mengkono yen niteni
Pedah apa amituhu
Pawarta lolawara
Mundhak angreranta ati
Angurbaya angiket caritaning kuna.

Artinya:
Menurut buku panitisastra
Memberi ajaran yang mengingatkan
Di zaman yang penuh gangguan dan kejahatan
Orang yang berbudi tidak terpakai
Demikian itu kalau kita teliti dengan saksama
Apa gunanya mempercayai
Kabar yang tidak jelas
Hanya akan menyusahkan hati
Lebih baik menulis cerita zaman kuna.

Makna Tembang Sinom

Makna dari tembang sinom ialah sebuah pucuk yang baru tumbuh atau remaja yang akan menjalani awal kehidupannya. Karena diartikan sebagai pucuk yang baru tumbuh, maka masa muda  diakui sebagai seseorang yang lemah dan butuh panutan untuk masa depannya dan berada di jalan yang lurus.

Masa muda selalu dipenuhi dengan hawa nafsu. Hawa nafsu merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa agar digunakan oleh manusia sebagaimana mestinya. Namun pengendalian diri terhadap hawa nafsu adalah hal yang terpenting baik yang berupa nafsu amarah, nafsu dengan lawan jenis, nafsu untuk bersikap malas ataupun nafsu keserakahan dunia.

Dalam tembang sinom tersirat pesan, dengan berusaha semaksimal mungkin pengendalian diri baik waktu siang dan malam, maka akan mampu menentramkan hati diri sendiri dan juga orang lain ( sesama).

Orang-orang yang telah mampu mengendalikan diri dan mengontrol dari segala nafsu yang tidak baik pasti ia akan lebih mampu bersikap bijaksana. Kebijaksanaan inilah yang dapat menenteramkan hati dan kehidupan.

Intinya sebagai anak muda kalian harus dapat melakukan yang terbaik untuk masa depan kalian. Belajar dengan sungguh-sungguh, selalu menjaga pergaulan dari yang tidak baik dan mengendalikan diri serta selalu mendengarkan ucapan orang tua.

Demikian penjelasan mengenai Tembang Sinom yang dilengkapi contoh dan artinya, pengertian tembang sinom, watak dari tembang sinom dan juga memaknai tembang sinom. Semoga menambah wawasan dan memberi manfaat ya. Kunjungi juga artikel lainnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Tembang Sinom: 15 Contoh dan Artinya, Definisi, Watak, Makna"

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Silahkan memberi Komentar, Kritik, dan Saran terkait postingan.
Jangan lupa dibagikan jika postingan ini bermanfaat.

Catatan:
1. Komentar dimoderasi dan tidak semuanya dipublikasi.
2. Komentar yang tidak relevan dan/atau terdapat link tidak akan dipublikasikan.
3. Centang kotak Notify me untuk mendapatkan notifikasi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel