Pemasaran: Pengertian, Konsep dan Pemasaran Ekonomi Islam

Dunia pemasaran memang selalu menarik untuk dibahas. Sudah banyak sekali blog atau website yang khusus membahas ini. Di zaman sekarang, pemasaran itu lebih familiar dengan bahasanya Digital Marketing. Ya, karena kita berada di era digital dan orang merubah kata pemasaran menjadi marketing sebagai bahasa yang lebih global (bahasa inggris). Di postingan ini, kamu akan dijak untuk mengetahui apa itu pemasaran, konsep pemasaran itu sendiri serta bagaimana pemasaran dalam dunia ekonomi islam.

Pemasaran Islam
Pemasaran Islam. (via: finansial.bisnis.com)

Pengertian Pemasaran

Menurut Kotler dan Amstrong (2014) secara luas pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dimana pribadi atau organisasi memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran nilai denga yang lain. Dalam konteks bisnis yang lebih sempit, pemasaran mencakup menciptakan hubungan pertukaran muatan nilai dengan pelanggan yang menguntungkan.

Sedangkan menurut W.Stanton pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditunjukkan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial.

Menurut Boyd (1998) pemasaran adalah suatu proses analisis, perencanaan, implementasi, koordinasi dan pengendalian program pemasaran yang meliputi kebijakan produk, harga, promosi, dan distribusi dari produk, jasa, dan ide yang ditawarkan untuk menciptakan dan meningkatkan pertukaran manfaat dengan pasar sasaran dalam upaya pencapaian tujuan organisasi.

Pengertian pemasaran diatas menerangkan bahwa kegiatan pemasaran mencakup ruang lingkup kegiatan yang sangat luas yang dimulai dari menentukan kebutuhan konsumen dan diakhiri dengan kepuasan konsumen. Atau  menarik konsumen dengan menjanjikan keunggulan nilai serta menjaga dan menumbuhkan kepuasan konsumen.

Konsep Pemasaran

Bagi perusahaan yang berorientasi pada konsumen (pasar), maka kegiatan pemasaran akan bermula dan berakhir pada konsumen. Artinya dimulai dari menentukan apa yang diinginkan konsumen dan diakhiri dengan kepuasan konsumen.

Pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat mutlak bagi kelangsungan hidup perusahaan seperti tercermin dalam konsep pemasaran yang dikemukakan oleh Dharmmesta dan Irawan (2000) bahwa konsep pemasaran adalah suatu falsafah bisnis yang menyatakan bahwa kepuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan, penggunaan konsep pemasaran bagi sebuah perusahaan dapat menunjang berhasilnya bisnis yang dilakukan.

Sedangkan menurut Dollinger konsep pemasaran adalah perintah manajerial yang harus dikerjakan untuk menyusun tujuan-tujuan pemasaran dan mengatur pertukaran-pertukaran transaksi. Hal tersebut sesuai dengan kebutuhan konsumendan potensi serta biaya-biaya yang berkaitan dengan kebutuhan konsumen.

Dari beberapa definisi diatas, dapat di simpulkan bahwa pemasaran adalah sebuah interaksi sosial antara individu dengan kelompok melalui pendistribusian barang dan jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. 

Pemasaran dalam Ekonomi Islam

Berdagang ataupun berbisnis dalam  islam merupakan pekerjaan yang baik , hal ini dapat di jelaskan dalam Al-quran surat An-nisa ayat 29 yang artinya:

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dengan jalan perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu.

Norma-norma dalam berdagang atau berbisnispun telah di contohkan oleh Nabi Muhammad saw dalam kesehariannya, bahkan beliau telah mempraktekannya mulai sejak kecil.

Reputasi dalam dunia bisnis beliaupun sangat bagus sehingga beliau dikenal luas di negara-negara maju saat itu. Reputasi yang beliau dapat merupakan hasil dari sifat beliau
yang jujur (Shiddiq), dalam berdagang nabi Muhammad saw selalu mengedepankan kejujuran dalam memberikan informasi yang ingin dijual kepada konsumen.

Dapat dipercaya (Amanah), saat menjadi pedagang nabi Muhammad saw selalu mengembalikan hak milik atasannya, baik hasil penjualan maupun sisa penjualan. Cerdas (Fathanah),  nabi Muhammad saw mampu menjsadi pemimpin yang mampu  memahami, menghayati, dan mengetahui tugas pokok dan fungsinyadengan sangat baik.

Komunikatif (Tabligh) selain cerdas beliau pandai menyampaikan keunggulan-keunggulan produk yang dijualnya dengan tidak meninggalkan kejujuran dan kebenaran.

Menurut jurnal Ekonomi Syariah ( Vol.3 No.1, Juni 2016), pemasaran dalam ekonomi islam merupakan bisnis yang di sertai dengan keikhlasan dan semata-mata hanya mengharapkan ridho dari Allah swt, maka setiap transaksinya menjadi nilai ibadah di hadapan Allah swt. Kegiatan pemasaran haruslah di kembalikan sesuai dengan karakteristik yang telah di ajarkan oleh nabi Muhammad saw yaitu, religius, beretika, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Menurut Veithzal Rivai, Islamic Marketing (2012, p.57) ada 5 prinsip marketing ekonomi islam diantaranya: 

pertama, berlaku adil pada semua konsumen yang dihadapinya, dalam islam dilarang membedakan konsumen karena jabatan, status sosial, dan lain-lain.

Kedua, tanggap terhadap perubahan, perubahan akan selalu berubah baik dari lingkungan internal maupun eksternal, salah satu perubahan yang harus diperhatikan adalah atus globalisasi dan teknologi yang membuat pelanggan semakin pintar dan selektif, sehingga pelanggan yang tidak sensitif akan tertinggal dan kehilangan pelanggan.

Ketiga, berbuat yang terbaik dari sisi produk dan harga, dalam konsep pemasaran islami, tidak diperbolehkan menjual barang jelek dengan harga yang tinggi, hal ini dikarenakan pemasaran yang islami adalah pemasaran yang fair yaitu harga sesuai dengan kualitas barang/produk.

Keempat, rela sama rela dan adanya hak khiyar (hak pembatalan pada transaksi) pada pembeli, pada prinsip ini pemasar yang mendapatkan pelanggan/konsumen harus mampu memberikan rasa senang dan puas serta menciptakan hubungan yang baik.

Dan dipastikan konsumen merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan, sehingga konsumen menjadi royal  pada penjual, namun tidak cukup hanya memberi yang terbaik untuk konsumen saja, melainkan harus meningkatkan value yang diberikan oleh konsumen, sehingga dengan bertambahnya pelayanan, diharapkan bertambah pula kepercayaan.

Kelima, tidak curang, dalam pemasaran islami, penipuan sangat dilarang, seperti penipuan terhadap kualitas dan harga. Keenam, berorientasi pada kualitas, tugas seorang marketer dalam islam adalah meningkatkan QCD (quality, cost, dan delivery) agar tidak kehilangan pelanggan.

Nah, itu tadilah pembahasan singakt yang bisa kami bagikan mengenai apa itu pemasaran, konsep pemasaran itu sendiri serta bagaimana pemasaran dalam dunia ekonomi islam. Jangan lupa share ya jika bermanfaat.

pengertian pemasaran menurut para ahli, pengertian pemasaran secara umum, pengertian pemasaran brainly, pengertian manajemen pemasaran, fungsi pemasaran, jenis jenis pemasaran, konsep pemasaran, contoh pemasaran

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pemasaran: Pengertian, Konsep dan Pemasaran Ekonomi Islam"

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Silahkan memberi Komentar, Kritik, dan Saran terkait postingan.
Jangan lupa dibagikan jika postingan ini bermanfaat.

Catatan:
1. Komentar dimoderasi dan tidak semuanya dipublikasi.
2. Komentar yang tidak relevan dan/atau terdapat link tidak akan dipublikasikan.
3. Centang kotak Notify me untuk mendapatkan notifikasi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel